Sensor Kondisi Jalan Non-Contact Untuk Monitoring Jalan Rika RK500-55
Jika Anda berminat untuk membeli Sensor Kondisi Jalan Non-Contact Untuk Monitoring Jalan Rika RK500-55 yang disediakan oleh PT ITG INDONESIA, silakan langsung hubungi kami melalui:
PT. ITG INDONESIA
Deskripsi
Sensor Kondisi Jalan Non-Contact Rika RK500-55
Sensor Kondisi Jalan Non-Contact Rika RK500-55 dari ITGINDONESIA merupakan perangkat untuk memantau kondisi permukaan jalan tanpa menyentuh permukaan secara langsung. Sensor ini menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh dan pengukuran multispektral untuk mendeteksi kondisi air, es, salju, serta tingkat cengkeraman jalan.
Teknologi non-contact memberikan keuntungan penting untuk pemantauan infrastruktur transportasi. Pengguna tidak perlu melakukan pemasangan sensor tertanam pada badan jalan. Dengan demikian, proses instalasi tidak membutuhkan penggalian permukaan dan dapat mengurangi gangguan terhadap aktivitas lalu lintas.
Pemantauan Kondisi Jalan Tanpa Kontak
Sensor Kondisi Jalan Non-Contact Rika RK500-55 dapat mengamati kondisi permukaan dari jarak tertentu. Konfigurasi Type A mendukung jarak pengukuran 2–15 meter, sedangkan Type B mendukung jarak 2–8 meter. Pengguna dapat memilih tipe sesuai posisi instalasi dan kebutuhan cakupan pemantauan.
Sensor mendeteksi ketebalan air, es, dan salju pada permukaan jalan. Selain itu, perangkat dapat mengukur level of grip untuk memberikan informasi mengenai kondisi cengkeraman permukaan. Data tersebut membantu operator mengenali perubahan kondisi jalan yang berpotensi memengaruhi keselamatan kendaraan.
Deteksi Air, Es, dan Salju secara Akurat
RK500-55 mendukung pengukuran air hingga 10 mm pada konfigurasi Type A. Untuk es dan salju, Type A mendukung rentang hingga 10 mm. Sementara itu, Type B memiliki rentang pengukuran es dan salju hingga 2 mm. Perbedaan tersebut memungkinkan pengguna memilih konfigurasi sesuai karakteristik area pemantauan.
Sensor memiliki akurasi hingga 0,1 mm dan resolusi 0,01 mm berdasarkan spesifikasi Type A dan Type B dari Rika. Karakteristik tersebut membantu sistem memperoleh informasi perubahan kondisi permukaan secara lebih detail. Karena itu, RK500-55 dapat mendukung pemantauan jalan yang membutuhkan data kondisi permukaan secara terukur.
Mendukung Monitoring Tingkat Cengkeraman
Selain mendeteksi air, es, dan salju, RK500-55 dapat mengukur level of grip pada permukaan jalan. Parameter ini membantu operator memahami kondisi cengkeraman permukaan terhadap kendaraan. Data grip dapat menjadi informasi tambahan ketika sistem mendeteksi kondisi jalan yang basah, licin, atau berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Pemantauan grip juga mendukung penerapan sistem peringatan dini pada infrastruktur transportasi. Operator dapat menggabungkan data sensor dengan sistem manajemen lalu lintas untuk menentukan tindakan yang sesuai. Dengan pendekatan tersebut, pengelola jalan dapat merespons perubahan kondisi permukaan secara lebih cepat.
Sensor Infrared dengan Instalasi Praktis
RK500-55 menggunakan teknologi pengukuran inframerah sehingga sensor tidak menghasilkan radiasi berbahaya untuk proses pengukuran. Perangkat dapat memantau permukaan beton maupun perkerasan aspal dari posisi tertentu. Selain itu, sistem mendukung deteksi serta kompensasi otomatis terhadap tingkat kontaminasi pada lensa.
Sensor menggunakan catu daya 12–24 VDC dan memiliki konsumsi daya sekitar 5 W, termasuk pemanas lensa. Pemanas tersebut membantu mendukung pengoperasian sensor pada kondisi lingkungan yang menantang. Perangkat juga memiliki rentang suhu operasi -40 hingga +80 °C serta kelembapan operasi 0–100%.
Integrasi Melalui Komunikasi RS485
Sensor Kondisi Jalan Non-Contact Rika RK500-55 menyediakan antarmuka komunikasi RS485 untuk integrasi dengan sistem monitoring. Pengguna dapat menghubungkan sensor dengan perangkat akuisisi data atau sistem pemantauan yang kompatibel. Konfigurasi tersebut mendukung pengumpulan data kondisi jalan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Kemampuan komunikasi ini juga mendukung integrasi dengan sistem pemantauan cuaca jalan atau Automatic Weather Station. Data kondisi permukaan dapat menjadi bagian dari informasi lingkungan yang membantu operator memahami hubungan antara cuaca dan kondisi jalan. Rika juga mencantumkan penggunaan RK500-55 pada sistem cuaca jalan dan berbagai area transportasi.
Aplikasi untuk Infrastruktur Transportasi
RK500-55 cocok untuk pemantauan jalan tol, jalan terbuka, terowongan, pelabuhan, area kapal, halaman industri, dan lokasi lain yang membutuhkan informasi kondisi permukaan. Pengelola jalan dapat memanfaatkan data sensor untuk mendukung keselamatan lalu lintas dan pemeliharaan infrastruktur.
Pada jalan raya, sensor membantu mendeteksi akumulasi air, es, atau salju sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi risiko keselamatan. Pada terowongan dan pelabuhan, perangkat dapat membantu operator memantau kondisi permukaan secara kontinu. Pengguna juga dapat mengintegrasikan data RK500-55 dengan sistem peringatan dini.
Solusi Monitoring Jalan dari ITGINDONESIA
Sensor Kondisi Jalan Non-Contact Rika RK500-55 menawarkan metode pemantauan tanpa kontak, deteksi multispektral, komunikasi RS485, serta kemampuan bekerja pada kondisi lingkungan yang luas. Dengan karakteristik tersebut, sensor mendukung kebutuhan monitoring permukaan jalan secara praktis tanpa instalasi tertanam pada badan jalan.
ITGINDONESIA menghadirkan Rika RK500-55 untuk kebutuhan monitoring kondisi jalan dan infrastruktur transportasi. Perangkat ini dapat membantu pengelola memperoleh data mengenai air, es, salju, dan grip permukaan secara lebih terukur. Karena itu, RK500-55 menjadi pilihan untuk sistem road weather monitoring dan pengelolaan jalan yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan.
Spesifikasi
| Parameter Spesifikasi | Detail Deskripsi Teknis |
|---|---|
| Model Produk | Sensor Kondisi Jalan Non-Contact Untuk Monitoring Jalan Rika RK500-55 |
| Prinsip Pengukuran | Infrared Remote Sensing & Infrared Pyrometer Temperature Sensing |
| Status Kondisi Jalan Yang Terdeteksi | Kering (Dry), Basah (Lembab/Wet), Tergenang Air (Water), Es (Ice), Salju (Snow) |
| Jarak Pengukuran (Measuring Distance) | 3 – 15 Meter (Dapat disesuaikan sesuai sudut tiang) |
| Rentang Ketebalan Air / Es | 0 – 10 mm (Resolusi: 0.01 mm) |
| Rentang Pengukuran Suhu Jalan | -40°C hingga +80°C (Akurasi: ±0.5°C) |
| Sinyal Output & Komunikasi | RS485 Modbus-RTU / SDI-12 / RS232 (Opsional) |
| Material Casing & Proteksi IP | Anodized Aluminum Alloy Housing & IP65 / IP68 Weatherproof Protection |
| Suhu & Kelembaban Operasional | -40°C hingga +70°C / 0 – 100% RH |
| Catu Daya (Power Supply) | 12 – 24 VDC / 100 – 240 VAC (Opsional Adapter) |
Fitur Unggulan
- Pengukuran Non-Contact Jarak Jauh: Memindai permukaan jalan dari tiang (3-15m) tanpa merusak aspal atau mengganggu arus lalu lintas.
- Deteksi Multi-Kondisi Permukaan Jalan: Membedakan status jalan kering, basah, genangan air, es, dan salju secara simultan.
- Pengukuran Ketebalan Air & Suhu Permukaan: Memberikan data presisi ketebalan lapisan air (0-10mm) dan suhu aspal real-time.
- Konstruksi Tahan Cuaca & Getaran: Bodi aluminium tebal weatherproof IP65/IP68 handal menghadapi lingkungan jalan raya ekstrem.
- Protokol Komunikasi Standar RS485 Modbus: Integrasi mudah ke sistem RWIS, VMS rambu lalu lintas, dan gateway IoT transportasi.
Aplikasi
- Stasiun Informasi Cuaca Jalan Raya (RWIS): Pemantauan kondisi iklim dan bahaya permukaan jalan untuk pengelola jalan tol dan nasional.
- Sistem Transportasi Pintar (Intelligent Transportation System – ITS): Pengontrolan otomatis rambu peringatan kecepatan (VMS) saat jalan licin.
- Monitoring Keselamatan Jembatan & Jalur Pegunungan: Peringatan dini genangan air (*hydroplaning*) dan pembentukan es pada titik rawan kecelakaan.
- Manajemen Perawatan Jalan Tol: Evaluasi genangan air hujan dan perencanaan perbaikan drainase jalan secara efisien.
- Monitoring Keselamatan Runway Bandara: Pengawasan ketebalan genangan air pada landasan pacu pesawat terbang.





