Ackcio BEAM-VW-S1 Wireless Data Logger Vibrating Wire
BEAM-VW-S1 mengubah satu instrumen vibrating wire — piezometer, strain gauge, atau load cell — menjadi node nirkabel yang mengirim data otomatis ke pusat monitoring.
Deskripsi
Instrumen vibrating wire adalah tulang punggung pemantauan geoteknik: piezometer, strain gauge, load cell, dan crackmeter berbasis kawat getar dipakai di hampir setiap bendungan, terowongan, dan lereng tambang. Kelemahannya selalu sama — pembacaan manual atau kabel ke datalogger. Ackcio BEAM-VW-S1 menghilangkan kelemahan itu untuk titik-titik tunggal: satu node nirkabel yang membaca satu sensor vibrating wire dan mengirim datanya otomatis.
Satu Sensor, Sepenuhnya Otomatis
BEAM-VW-S1 menghubungkan satu instrumen vibrating wire ke jaringan komunikasi nirkabel Ackcio BEAM. Data terbaca berkala dan terkirim real-time ke pusat monitoring — tanpa teknisi harus datang ke lokasi, tanpa kabel yang membentang ratusan meter melintasi site aktif.
Ini menjadikannya solusi jitu untuk pemantauan titik tunggal: satu vibrating wire piezometer di lokasi kritis bendungan, satu strain gauge pada elemen struktur, atau satu load cell pada sistem angkur.
Masuk ke Ekosistem Monitoring Terpadu
BEAM-VW-S1 berkomunikasi lewat jaringan mesh nirkabel pada pita 863–870 MHz atau 902–928 MHz dengan jangkauan hingga 5 km line-of-sight. Ia hidup berdampingan dengan node-node Ackcio lain — analogue, digital, tiltmeter, repeater — dalam satu jaringan hingga 50 node yang bermuara ke satu dashboard. Titik tunggal hari ini bisa tumbuh menjadi jaringan puluhan titik tanpa mengganti infrastruktur.
Cocok Untuk
- Vibrating wire piezometer tunggal di titik kritis bendungan atau lereng
- Strain gauge pada elemen struktur jembatan atau gedung
- Load cell tunggal pada sistem perkuatan tanah
- Upgrade titik manual menjadi otomatis tanpa menarik kabel baru
Konsultasi dengan Tim ITG Indonesia
Tim ITG Indonesia siap membantu memverifikasi kompatibilitas instrumen vibrating wire Anda dengan BEAM-VW-S1 — hubungi kami via email contact.itgindonesia@gmail.com atau WhatsApp +62 821-6277-6495.
Fitur Unggulan
- Tidak ada data yang bolong — pembacaan otomatis berkala menggantikan jadwal kunjungan yang sering terganggu cuaca atau akses.
- Instalasi minimal — satu node kecil di dekat sensor, selesai. Tidak ada parit, tidak ada panel, tidak ada kabel ekspos.
- Akurat dan konsisten — pembacaan vibrating wire yang stabil, dievaluasi secara objektif setiap siklus tanpa variasi operator.
- Siap untuk lapangan berat — mengikuti standar platform Ackcio BEAM: proteksi IP67 terhadap debu dan air, enkripsi data AES128, dan konsumsi daya idle di bawah 20µA untuk operasi jangka panjang.
Spesifikasi
| Spesifikasi | BEAM-VW-S1 | BEAM-VW-S8 |
|---|---|---|
| Model | ||
| Dukungan sensor | 1 sensor (1 kanal vibrating wire, 1 pulse counter, 1 kanal termistor) | 8 sensor (8 kanal vibrating wire, 8 kanal termistor) |
| Mekanis | ||
| Dimensi | 100 mm x 100 mm x 80 mm | 220 mm x 140 mm x 80 mm |
| Berat | 0,7 kg | 1,7 kg |
| Material | Aluminium die-cast | Aluminium die-cast |
| Pengukuran Vibrating Wire | ||
| Modul vibrating wire | Konverter analog-ke-digital diferensial 12-bit | |
| Laju pengukuran | 5 sampel per detik dengan filter moving average ukuran variabel setelah penguncian frekuensi resonansi | |
| Durasi pengukuran | 5 detik per siklus pengukuran; gelombang eksitasi: sapuan 8V peak-to-peak | |
| Spesifikasi pembacaan vibrating wire | Rentang pengukuran: 450–6000 Hz Resolusi: 0,01 Hz Akurasi: ±0,04% FS | |
| Spesifikasi pembacaan termistor | Rentang pengukuran: -20°C s.d. +80°C (termistor 3K) Resolusi: 0,1°C Akurasi: ±0,2°C | |
| Tegangan input maksimum tanpa kerusakan | 3,6 V DC maks. | |
| Resistansi input sensor | 50 Ohm | |
| Input | ||
| Input diferensial analog | 1 kanal vibrating wire, 1 kanal termistor, 1 pulse counter | 8 kanal vibrating wire, 8 kanal termistor |
| Pengkabelan | Push-in CAGE CLAMP (0,2–1,5 mm² / 24–16 AWG) | |
| MCU / Periferal Hemat Daya | ||
| Mikrokontroler | Arm® Cortex®-M3 48 MHz 32-bit ultra-low-power | |
| Memori | Flash 128 KB, SRAM 20 KB ultra-low-leakage | |
| Jam (RTC) | RTC presisi tinggi dengan kompensasi suhu otomatis (10 ppm pada -40°C s.d. +80°C) | |
| Sensor internal | Sensor suhu (rentang -40°C s.d. +80°C, resolusi 0,01°C, akurasi ±1,8°C) Sensor barometer (rentang 300–1100 hPa, resolusi 0,18 Pa, akurasi ±1,7 hPa) | |
| Flash eksternal | 8 MB | |
| Antarmuka | ||
| Indikator LED | SYS – indikasi status sistem SENS – indikasi status sensing | |
| Tombol | TEST – menguji node RESET – me-reset node FORMAT – reset ke pengaturan pabrik | |
| Port USB | USB 2.0 full speed (konektor Micro-B), 5 V, maks. 500 mA untuk OTG ponsel dan unduh data ke perangkat seluler | |
| Konektor IDC10 | Hanya untuk pemrograman firmware | |
| Spesifikasi RF & Mesh | ||
| Pita frekuensi radio | Pita ISM 863–870 MHz, 902–928 MHz | |
| Daya pancar | Hingga 1 W (30 dBm) | |
| Modulasi | 2-GFSK | |
| Sertifikasi | FCC: 2AT8M-VW-S1-V3X0 IC: 27349-VWS1V3X0 CE/RED, RCM (Australia & Selandia Baru) Anatel (Brasil) | FCC: 2AT8M-VW-S8-V3X0 IC: 27349-VWS8V3X0 CE/RED, RCM (Australia & Selandia Baru) Anatel (Brasil), MoC (Israel) |
| Antena | Antena stub ¼ λ dengan konektor SMA | |
| Kecepatan data link | 50 kbps | |
| Keamanan data | Enkripsi AES-128 end-to-end | |
| Jumlah hop | Hingga 12 | |
| Ukuran jaringan | Hingga 50 node | |
| Jangkauan* | Line-of-sight: hingga 5 km Perkotaan: hingga 1 km Bawah tanah: hingga 500 m | |
| Perangkat Lunak & Firmware | ||
| Firmware | Ackcio Mesh: firmware jaringan mesh jarak jauh dan hemat daya dari Ackcio | |
| Perangkat lunak | Ackcio Nimbus: aplikasi Android untuk setup perangkat, pemantauan jaringan, dan troubleshooting | |
| Proteksi | ||
| Proteksi sirkuit | Proteksi surja (tegangan breakdown DC 60 V (±20% @100 V/µs); tegangan breakdown impuls 500 V (@5 kV/µs) tipikal) Proteksi hubung singkat pada output daya Proteksi suplai terbalik | |
| Proteksi ESD | 15 kV | |
| Kebutuhan Daya Sistem | ||
| Tegangan suplai | 2,7 V s.d. 4 V | |
| Baterai internal (non-rechargeable) | 1 x D-Cell Li-SOCl2 3,6 V nominal Kapasitas rekomendasi 19 Ah | 2 x D-Cell Li-SOCl2 3,6 V nominal Kapasitas rekomendasi 19 Ah |
| Konsumsi arus tipikal | <20 µA saat idle <100 mA saat mode RX <300 mA saat mode TX (tergantung pengaturan daya output RF) | |
| Kondisi Lingkungan | ||
| Suhu operasional | -40°C s.d. +80°C | |
| Tingkat proteksi | IP67 | |
*Jangkauan berdasarkan daya pancar 30 dBm. Jarak transmisi aktual dapat bervariasi tergantung kondisi pemasangan.
| Model | Baterai | 5 mnt | 10 mnt | 15 mnt | 30 mnt | 60 mnt | 360 mnt |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Estimasi Masa Pakai Baterai (bulan) berdasarkan Frekuensi Sampling | |||||||
| BEAM-VW-S1 | 1 x 19 Ah D-Size Li-SOCl2 | 3 | 6 | 8 | 12 | 14 | 18 |
| BEAM-VW-S8 | 2 x 19 Ah D-Size Li-SOCl2 | 1 | 2 | 3 | 6 | 9 | 24 |
Catatan: tabel di atas hanya untuk referensi. Estimasi dihitung pada kondisi cuaca tipikal Singapura dengan daya pancar radio 21 dBm. Masa pakai baterai aktual dapat bervariasi tergantung kondisi pemasangan dan topologi jaringan mesh yang terbentuk.
| Model | Deskripsi |
|---|---|
| Braket / Pelat Pemasangan | |
| BEAM-BK-SM | Braket pemasangan serbaguna kecil (vertikal/horizontal/tiang) beserta sekrup pemasangan |
| BEAM-BK-LG | Braket pemasangan serbaguna besar (vertikal/horizontal/tiang) beserta sekrup pemasangan |





