Rain Gauge Tipping Bucket Presisi Tinggi Rika RK400-01C
Jika Anda berminat untuk membeli Rain Gauge Tipping Bucket Presisi Tinggi Rika RK400-01C yang disediakan oleh PT ITG INDONESIA, silakan langsung hubungi kami melalui:
PT. ITG INDONESIA
- Whatsapp: +62 821-6277-6495
- Email:contact.itgindonesia@gmail.com
Deskripsi
Rain Gauge Tipping Bucket Presisi Tinggi
Rain Gauge Tipping Bucket Rika RK400-01C dari ITGINDONESIA merupakan sensor untuk mengukur curah hujan secara otomatis. Sensor ini menggunakan mekanisme tipping bucket untuk mengubah volume air hujan menjadi sinyal pengukuran. Karena itu, perangkat dapat mendukung kebutuhan monitoring cuaca, hidrologi, pertanian, kehutanan, serta penelitian lingkungan.
RK400-01C memiliki rain collector berdiameter 200 mm dan tinggi 350 mm. Collector tersebut menangkap air hujan lalu mengarahkannya menuju mekanisme tipping bucket. Ketika volume air mencapai nilai kalibrasi, bucket akan berjungkir dan menghasilkan satu pulsa. Proses tersebut terus berulang selama hujan berlangsung sehingga sistem dapat mencatat akumulasi curah hujan.
Mekanisme Tipping Bucket yang Stabil
Mekanisme tipping bucket menjadi komponen utama dalam proses pengukuran RK400-01C. Air hujan masuk melalui collector kemudian mengalir menuju bucket. Bucket menggunakan desain dengan resistansi rendah sehingga gerakannya dapat berlangsung secara konsisten. Setiap gerakan tipping kemudian mengaktifkan reed switch untuk menghasilkan sinyal keluaran.
RK400-01C memiliki resolusi 0,2 mm berdasarkan spesifikasi teknis Rika. Artinya, setiap siklus tipping merepresentasikan volume curah hujan sesuai nilai resolusi tersebut. Mekanisme ini memungkinkan sistem mencatat perubahan curah hujan secara otomatis. Dengan demikian, pengguna tidak perlu melakukan pembacaan manual selama proses pemantauan berlangsung.
Akurasi untuk Monitoring Curah Hujan
Rika RK400-01C menawarkan akurasi ±4% pada pengujian dengan intensitas hujan 2 mm/menit. Sensor juga menyediakan rentang curah hujan 0–500 mm serta mampu menerima intensitas hingga 10 mm/menit. Karakteristik tersebut membuat perangkat sesuai untuk pemantauan curah hujan pada berbagai kondisi lapangan.
Kemampuan pengukuran tersebut membantu pengguna memperoleh data curah hujan secara lebih terstruktur. Selanjutnya, data dapat digunakan untuk analisis hidrologi, pemantauan kondisi cuaca, dan evaluasi lingkungan. Pengguna juga dapat menggabungkan data RK400-01C dengan data logger untuk membangun sistem pencatatan otomatis.
Output Pulse dan Komunikasi RS485
RK400-01C menyediakan reed switch pulses dan komunikasi RS485 dengan catu daya 12–24 VDC. Output tersebut memungkinkan sensor terhubung dengan data logger, perangkat akuisisi data, atau sistem monitoring lainnya. Dengan integrasi tersebut, pengguna dapat mengirimkan data curah hujan secara otomatis menuju sistem pencatatan.
Pulse output mendukung tegangan beban maksimum 30 VDC dan arus beban maksimum 20 mA. Sementara itu, antarmuka RS485 memberikan pilihan komunikasi untuk sistem monitoring yang kompatibel. Fleksibilitas output tersebut membantu pengguna menyesuaikan sensor dengan kebutuhan instalasi dan arsitektur sistem yang tersedia.
Konstruksi Stainless Steel untuk Lapangan
RK400-01C menggunakan material stainless steel 304 pada collector dan tipping bucket. Material tersebut memberikan konstruksi yang kokoh untuk penggunaan di lingkungan luar ruangan. Rika juga merancang sensor dengan horizontal bubble pada bagian bawah untuk membantu pengguna menjaga posisi perangkat tetap horizontal saat instalasi.
Posisi sensor sangat penting dalam mekanisme tipping bucket. Pengguna perlu melakukan penyetelan horizontal agar bucket dapat bergerak secara optimal. Selain itu, collector memiliki filter yang dapat dilepas untuk membantu mencegah daun, serangga, dan kotoran masuk ke bagian mekanisme pengukuran.
Perlindungan dari Gangguan Lingkungan
RK400-01C memiliki desain collector dengan mesh atau filter untuk mengurangi risiko penyumbatan akibat kotoran. Fitur ini membantu menjaga jalur aliran air menuju tipping bucket tetap lebih lancar. Pengguna tetap perlu melakukan pemeriksaan dan pembersihan secara berkala untuk mempertahankan kinerja sensor.
Sensor bekerja pada suhu -20°C hingga +80°C dalam kondisi tanpa pembekuan. Rika juga menyediakan fungsi pemanas sebagai opsi dengan daya sekitar 350 W pada tegangan 220 VAC. Fitur tersebut mendukung kebutuhan instalasi pada lingkungan yang memerlukan pengendalian suhu tertentu.
Integrasi dengan Sistem Monitoring
RK400-01C dapat mendukung Automatic Weather Station, stasiun hidrologi, sistem pemantauan cuaca, dan berbagai sistem akuisisi data. Sensor menyediakan data curah hujan yang dapat digunakan untuk analisis kondisi atmosfer dan hidrologi. Karena itu, perangkat cocok untuk kebutuhan monitoring jangka panjang.
ITGINDONESIA menghadirkan Rika RK400-01C untuk pengguna yang membutuhkan instrumen pengukuran curah hujan dengan mekanisme otomatis. Integrasi output pulse dan RS485 memudahkan pemasangan pada sistem monitoring yang sesuai. Dengan demikian, pengguna dapat membangun sistem pencatatan curah hujan yang lebih efisien.
Aplikasi Meteorologi dan Hidrologi
Dalam bidang hidrologi, data curah hujan membantu pengguna memahami perubahan debit dan kondisi sumber daya air. RK400-01C dapat mendukung pemantauan hidrologi, sistem penyediaan air, serta pengelolaan air waduk. Data yang terkumpul juga dapat membantu proses analisis dan perencanaan pengelolaan sumber daya air.
Selain itu, RK400-01C sesuai untuk penelitian agro-meteorologi dan penelitian iklim. Pengguna dapat mengintegrasikan sensor dengan stasiun cuaca atau data logger untuk memperoleh catatan curah hujan secara berkala. Sistem tersebut membantu menghasilkan basis data untuk evaluasi kondisi lingkungan dan pola curah hujan.
Solusi Monitoring Curah Hujan dari ITGINDONESIA
Rika RK400-01C dari ITGINDONESIA menawarkan mekanisme tipping bucket, resolusi 0,2 mm, rentang curah hujan 0–500 mm, serta output pulse dan RS485. Konstruksi stainless steel 304, filter collector, horizontal bubble, dan opsi pemanas semakin mendukung penggunaan lapangan.
Dengan karakteristik tersebut, RK400-01C menjadi pilihan untuk sistem pengukuran curah hujan otomatis. Sensor dapat terintegrasi dengan data logger dan Automatic Weather Station yang kompatibel. Oleh karena itu, perangkat ini relevan untuk kebutuhan meteorologi, hidrologi, pertanian, kehutanan, penelitian iklim, dan monitoring lingkungan.
Spesifikasi
| Parameter Spesifikasi | Detail Deskripsi Teknis |
|---|---|
| Model Produk | Rain Gauge Tipping Bucket Presisi Tinggi Rika RK400-01C |
| Prinsip Pengukuran | High-Precision Tipping Bucket Mechanism (Ember Jungkit Akurat) |
| Diameter Corong Penampung | Ø 200 mm (Sesuai Standar Pengamatan Meteorologi) |
| Resolusi Curah Hujan | 0.1 mm / 0.2 mm / 0.5 mm (Dapat Disesuaikan) |
| Akurasi Pengukuran | ± 2% (pada laju hujan ≤ 10 mm/jam) / ± 4% (pada laju hujan ≤ 30 mm/jam) |
| Rentang Laju Hujan | 0 – 4 mm/menit |
| Sinyal Output & Komunikasi | Pulse Output (Dry Contact Reed Switch) / RS485 Modbus-RTU (Opsional) |
| Material Casing Body | Stainless Steel 304 / High-Impact UV-Stabilized Engineered Polymer |
| Tingkat Perlindungan IP & Suhu | IP65 Weatherproof / Operasional -20°C hingga +70°C |
| Catu Daya (Power Supply) | Passive Dry Contact (Tanpa Daya) / 5 – 24 VDC (Untuk Output RS485) |
Fitur Unggulan
- Mekanisme Tipping Bucket Presisi Tinggi: Ember jungkit terkalibrasi yang merespons setiap tetesan air hujan secara konsisten.
- Konstruksi Tangguh & Tahan Weatherproof: Tahan terhadap keausan iklim ekstrem, paparan radiasi UV, dan korosi outdoor.
- Filter Penyaring Kotoran Terintegrasi: Mencegah masuknya dedaunan dan serangga ke dalam ruang ember jungkit internal.
- Waterpass Internal untuk Kemudahan Instalasi: Memudahkan perataan posisi dudukan sensor pada tiang stasiun cuaca.
- Pilihan Output Fleksibel: Mendukung sinyal impuls pulsa serta komunikasi digital RS485 Modbus-RTU.
Aplikasi
- Stasiun Pemantauan Cuaca Otomatis (AWS): Sensor presipitasi utama untuk jaringan meteorologi dan klimatologi.
- Pengelolaan Sumber Daya Air & Waduk: Monitoring pasokan air hujan untuk kalkulasi neraca air dan reservoir.
- Sistem Peringatan Dini Banjir (Early Warning System): Pemantauan akumulasi intensitas hujan pada daerah aliran sungai (DAS).
- Pertanian Presisi & Perkebunan: Pengukuran curah hujan presisi untuk optimasi irigasi dan jadwal pemupukan.
- Riset Sains Iklim & Lingkungan: Pengumpulan data presipitasi harian yang valid untuk studi meteorologi.





